Penyebab Jerawat di Pantat dan Cara Mengatasinya

By  |  1 Comment

 

Meskipun tidak dapat dilihat oleh orang lain secara langsung, namun tubuh kita merupakan aset. Jerawat di pantat atau bokong membuat pantat kita menjadi tidak mulus lagi, sehingga mampu menurunkan rasa percaya diri kita di depan pasangan. Selain itu, jerawat di pantat atau bokong bisa menjadi sangat menyakitkan karena pantat adalah bagian yang selalu terkena tekanan saat duduk. Oleh karenanya, penanganan pada masalah jerawat di pantat harus segera di lakukan agar pantat senantiasa terjaga kesehatan dan kemulusannya.

Untuk itu, menjaga kesehatan tubuh tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah atau pada bagian tertentu saja. Khususnya pada masalah jerawat dan bekas jerawat, perawatan kulit hendaknya tidak hanya dilakukan pada bagian-bagian yang mudah terlihat saja, namun juga pada bagian-bagian tubuh yang mengalami masalah yang sama namun tidak bisa dilihat dengan mudah.

Penyebab Jerawat di Pantat/Bokong

Ada beberapa hal yang menyebabkan jerawat atau bisul di pantat/bokong. Penyebab tersebut, secara umum berbeda dengan penyebab jerawat pada wajah kita. Namun, penyebab jerawat atau bisul di bokong ini secara umum memiliki kesamaan dengan penyebab jerawat atau bisul pada daerah kemaluan, paha, dan selangkangan, khususnya pada jerawat di kemaluan pria, maupun jerawat di kemaluan wanita.

Daerah sekitar kemaluan, selangkangan, paha, dan pantat merupakan daerah yang selalu tertutup sepanjang hari sehingga menjadi tempat yang lembab. Oleh karena itu, kuman, jamur, dan bakteri dapat tumbuh dengan cepat pada area ini, menyebabkan infeksi dan penyumbatan pada pori, sehingga jerawat atau bahkan bisul dapat ditemukan dengan mudah pada area organ intim, selangkangan, paha, dan pantat/bokong kamu.

Kondisi lembab ini, bisa diperparah oleh pemakaian celana dalam yang dijemur tidak kering secara menyeluruh. Penggunaan celana dalam yang terbuat dari lycra atau katun yang terlalu lama digunakan dapat membuat area kemaluan, selangkangan, dan bokong menjadi sangat lembab. Apalagi, saat kamu sedang melakukan aktivitas berat dan membuamu mengeluarkan keringat berlebih. Keringat yang terperangkap terlalu lama dapat mengundang bakteri dan menyebabkan sumbatan pada pori. Selain itu, suhu ruangan yang terlalu panas juga berperan penting pada proses ini. Apalagi, jika kamu sering bergerak saat itu.

Selain dua bahan celana dalam tersebut, ada beberapa bahan celana dalam yang harus kamu waspadai. Beberapa kain dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Reaksi alergi ini biasanya diikuti oleh munculnya ruam dan jerawat pada kulit yang melakukan kontak dengan objek penyebab alergi. Selain itu, bahan celana dalam yang terlalu kasar juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan membuat kulit beresiko terhadap infeksi kuman, bakteri, dan jamur yang dapat dengan mudah menyebabkan jerawat pada bokong atau pantata kamu.

Selain yang disebutkan di atas, alergi dan iritasi juga bisa disebabkan oleh deterjen dan pewangi atau pelembut yang digunakan untuk mencuci pakaian dan celana dalam yang kamu kenakan. Deterjen bersifat abrasif, jika pada saat pembilasan tidak dilakukan secara menyeluruh, sisa-sisa dari deterjen dapat menjadi penyebab iritasi kulit. Selain itu, pewangi dan pelembut pakaian rentan menyebabkan alergi.

Mencegah dan Mengatasi Jerawat di Pantat/Bokong

Jerawat dan bisul di pantat cenderung memiliki tingkat penyembuhan yang lambat. Hal ini di sebabkan karena pantat atau bokong kita senantiasa mengalami tekanan dan gesekan saat kita melakukan aktivitas. Sehingga, proses penyembuhan dan regenerasi pun kerap terhambat. Salah satu tindakan terbaik adalah dengan mencegah munculnya jerawat dan bisul baru pada pantat kamu selama jerawat yang sudah ada mengalami proses penyembuhan.[1] Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan pantat dan bokong yang mulus bebas jerawat dan bekas jerawat. Lalu bagaimana cara mencegah jerawat di pantat atau bokong?

  1. Ganti celana dalammu secara teratur minimal sehari sekali. Jika celana dalam dirasa sudah lembab karena keringat yang keluar sehabis olah raga atau aktivitas berat lainnya, segera ganti dengan yang baru.
  2. Dalam memilih celana dalam, hindari celana dalam yang terbuat dari bahan nylon, lycra, dan bahan sintesis lainnya karena kurang dapat menyeram keringat dan membuat area sensitif seperti kemaluan dan pantat menjadi sangat lembab. Katun adalah bahan terbaik dan ternyaman untuk urusan celana dalam. Namun katun sangat mudah menyerap keringat sekaligus menjadi rumah yang baik untuk kuman dan bakteri penyebab jerawat. Oleh karena itu pastikan untuk menggantinya secara teratur.[2]
  3. Hindari penggunaan thong/g-string dan korset khususnya saat olah raga. Meskipun penggunaan dalaman tersebut tidak meninggalkan bekas garis yang mengganggu saat mengenakan rok mini atau pakaian ketat, namun penggunaannya dalam jangka panjang khususnya saat kita banyak bergerak lebih berpotensi menimbulkan ruam dan infeksi pada kulit kita.
  4. Sebaiknya, cucilah pakaian dalammu secara terpisah dengan jenis pakaian lainnya seperti celana jeans atau pakaian yang kamu kenakan sehari-hari. Pakaian dalam khususnya biasanya terbuat dari bahan yang lembut dan lebih rentan. Penggunaan deterjen yang terlalu keras dapat merusak struktur pakaian dan membuatnya cepat rusak. Selain itu deterjen, wewangian, dan pelembut yang terlalu keras dan tertinggal pada pakaian dapat menyebabkan iritasi.[3] Untuk itu, gunakan sabun mandi sebagai pengganti deterjen karena sabun mandi memiliki kandungan deterjen yang lebih rendah daripada deterjen yang terdapat pada produk pembersih pakaian.[4]
  5. Saat tidur, usahakan gunakan celana dalam yang longgar atau tidak mengenakan sama sekali. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan ruang pada organ sensitif kita untuk bisa bernapas setelah seharian tertutup rapat oleh penatnya aktivitas kita. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah kamu juga harus mengenakan celana atau rok yang terbuat dari bahan-bahan yang lembut untuk mengurangi gesekan saat kamu bergerak dalam tidurmu.
  6. Selalu jaga kebersihan area pantat, kemaluan, paha dan selangkangan kamu dengan membersihkannya secara menyeluruh sesaat setelah buang air. Jika jerawat atau komedo terlanjur bersarang secara masif pada bongong atau pantat kamu, kamu bisa menggunakan lulur ataupun scrub yang berfungsi untuk membersihkan pori yang terseumbat secara menyeluruh.

External Refference   [ + ]

1. Pengobatan untuk mengatasi jerawat dan bisul di bokong
2. Pakaian dalam yang sehat menurut alodokter
3. Deterjen, pewangi, dan pelembut pakaian dapat sebabkan jerawat
4. Tips mencuci celana dalam dan pakaian sejenisnya
DMCA.com Protection Status

1 Comment

  1. sylviamargarena

    13 Maret 2017 at 11.58

    saya punya bekas jerawat dibokong gmna ya cara ngilanginnya ?
    makasih

Konsultasi Masalah Jerawat Gratis

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

!

Ops!

Please, adblock close and refresh page!
error: