Penyebab Jerawat Batu dan Cara Mengatasinya

By  |  0 Comments

Tidak hanya sangat menyakitkan, jerawat batu juga dapat meninggalkan bekas luka permanen pada wajah (baca: tips agar jerawat tidak berbekas). Oleh karena itu, jerawat batu menjadi jenis jerawat yang paling ditakuti sepanjang masa oleh remaja dewasa kini karena dapat merusak penampilan secara permanen.

Tidak heran berbagai usaha pun dilakukan dan di coba untuk menghilangkan jerawat batu pada wajah. Namun, tahukah kamu JerawatHaters? salah satu cara untuk melawan jerawat batu pada wajah ialah dengan menemukan penyebab jerawat batu dan mengatasinya dengan tindakan Pencegahan sedini mungkin.

Untuk itu pada kesempatan kali ini ohJerawat tidak hanya akan memaparkan penyebab jerawat batu, namun lebih dari itu kami akan menghadirkan beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mencegah dan mengatasi jerawat batu dilihat dari penyebabnya.

Penyebab Jerawat Batu

Sebenarnya, tidak ada faktor penyebab jerawat batu yang pasti karena beragamnya kondisi kulit dan tubuh manusia. Namun, kondisi berikut menjadi Penyebab Jerawat batu yang paling umum ditemukan.

1. Kelenjar Minyak yang Over Aktif


Kelenjar minyak yang terlalu aktif dapat menjadi penyebab utama munculnya jerawat batu di wajah kita. Ketika kelenjar minyak terlalu aktif memproduksi minyak di wajah, minyak-minyak tersebut akan membanjiri kulit wajah. Kebiasaan menunda atau membesihkan kulit berminyak dengan cara yang tidak benar berpotensi terhadap penyumbatan pori-pori wajah oleh minyak.

Ketika kelenjar minyak terus memproduksi minyak berlebih tiada henti, sedangkan pori-Pori Wajah Tersumbat oleh minyak wajah yang telah mengendap, secara otomatis minyak di dalam permukaan kulit tidak akan mempunyai jalan keluar dan terjebak di dalam lapisan kulit wajah yang pada akhirnya akan menimbulkan peradangan dengan bantuan bakteri penyebab jerawat.

Baca: penyebab jerawat dari dalam dan dari luar

Apa yang menyebabkan kelenjar minyak over-aktif[1]

Banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi produksi minyak berlebih pada wajah baik dari dalam (sepertihalnya faktor genetik, konsumsi makanan yang salah, stres dan perubahan hormon-menstruasi, hamil, pubertas), maupun dari luar (sepertihalnya penggunaan pembersih/kosmetik yang berlebihan, kurangnya kelembapan, salah memilih produk kecantikan atau kadaluarsa, polusi, dan paparan sinar matahari).

Lalu bagaimana cara mengatasi minyak berlebih yang dapat sebabkan jerawat batu?

Sepertihalnya penyebabnya, kita dapat mengatasi jerawat batu dengan menekan produksi minyak berlebih dari dalam dan dari luar. Dari dalam, kamu dapat mulai mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat menekan produksi minyak berlebih dan membuang minyak jenuh dalam tubuh melalui keringat. Selain itu, hindari mengonsumsi makanan instan yang mengandung banyak minyak, karbohidrat, dan pengawet. Beralihlah pada makanan nabati yang mengandung banyak serat dan vitamin untuk menetralisisr racun dalam tubuhmu.

Sedangkan dari luar, penggunaan kertas minyak untuk menyerap minyak pada wajah memang efektif, namun di satu sisi juga dapat menyebabkan jerawat batu pada wajahmu karena debu, kotoran, dan polusi tidak akan ikut terserap sedangkan keasaman dan bakteri baik yang justru dibutuhkan untuk kulit malah akan hilang bersamaan dengan tersapunya minyak dari wajah. Untuk itu, kamu bisa mengaplikasikan pelembab khusus wajah berminyak untuk menekan produksi minyak berlebih setelah membersihkan wajahmu dengan pembersih wajah atau toner.

Selain itu, Berolahraga juga bisa menjadi solusi yang cerdas untuk menjaga kesehatan tubuh dan mengontrol produksi Minyak Berlebih pada wajah.

2. Regenerasi dan Eksfoliasi yang Kurang Maksimal


Ada saatnya dimana kulit wajahmu harus membuang sel kulit mati dan menggantinya dengan sel kulit yang baru. Namun, jika keduanya tidak berjalan dengan maksimal atau tumpang-tindih, maka bisa menyebabkan jerawat batu. Sel kulit mati yang seharusnya terkelupas namun tidak terkelupas karena proses regenerasi kulit yang berjalan lebih lambat dapat menyebabkan sumbatan pada pori-pori wajahmu sehingga menyebabkan jerawat batu.

Untuk itulah, Eksfoliasi diperlukan untuk mengangkat sel kulit mati sekaligus merangsang regenerasi sel kulit pada wajah dengan menggunakan berbagai metode sepertihalnya scrubbing, peeling kimia, dan lain-lain.

Mengapa eksfoliasi penting untuk kulitmu?

Eksfoliasi [2]berarti mengelupas sel kulit mati di permukaan wajah. Hal ini sangatlah
penting, bagaikan bunga yang membutuhkan sentuhan tambahan dari serangga untuk menjatuhkan benang sari ke kepala putik, karena faktor usia proses regenerasi juga terkadang membutuhkan sedikit sentuhan oleh tangan manusia. Keberadaan sel kulit mati pada wajah yang tidak terkelupas dapat menghambat dan memperlambat Proses Regenerasi sel kulit baru pada wajah yang kemudian dalam prosesnya dapat menyebabkan iritasi di dalam lapisan permukan kulit.

Oleh karena itu, melakukan eksfoliasi secara rutin juga dapat mencegah pembentukan komedo, jerawat, dan jerawat batu. Selain itu, banyak juga manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan melakukan eksfoliasi secara rutin pada kulit wajahmu[3]. Sepertihalnya mengurangi pori-pori besar dan meratakan tekstur wajah, mencegah tanda-tanda penuaan muncul lebih dini, dan membuat kulitmu lebih mudah menyerap vitamin/mineral dari masker, serum, dan pelembab.

Hal yang harus kamu tahu tentang eksfoliasi

Beberapa orang yang memiliki wajah sensitif akan mendapatkan wajah yang penuh kemerahan dan iritasi ketika mencoba beberapa produk untuk eksfolasi seperti peeling kimia dan alat scrub wajah berbentuk stik. Hal ini tentu tidak baik untuk diteruskan,
Oleh karena itu, cobalah scrub alami ini untuk mengeksfoliasi kulit wajahmu.

Selain itu, penggunaan alat eksfoliasi yang berlebihan dapat membuat kulit wajahmu menjadi tipis. Hindari melakukannya secara berlebihan karena justru akan merusak kulitmu. Setidaknya, batasi eksfoliasi maksimal seminggu sekali dan jangan pernah
melakukan eksfoliasi ketika kamu memiliki jerawat bernanah pada wajahmu. Itu justru akan memperparah kondisi jerawatmu, gunakan metode eksfoliasi hanya sebagai tindakan pencegahan.

Belajar memahami bagaimana regenerasi kulit bekerja!

Semua usahamu untuk menghilangkan jerawat batu akan gagal jika kamu tidak benar-benar memahami sistem metabolisme tubuhmu. Normalnya, regenerasi kulit bekerja di malam hari dan membutuhkan asupan mineral yang cukup. Oleh karenanya, hentikan kebiasaan begadang karena regenerasi tidak akan berjalan maksimal ketika
konsentrasi dan energi pada tubuh terbagi(lagi) ke dalam beberapa kegiatan yang mungkin kurang penting. Selain itu, konsumsi dan asupan air mineral yang cukup sangatlah penting karena regenerasi kulit hanya bisa berjalan ketika tubuh terhidrasi dengan baik. Kurangi kebiasaan mengonsumsi makanan/minuman yang justru bisa membatumu dehidrasi seperti alkohol dan soda di malam hari.

3. Respon Berlebihan Terhadap Peradangan dan Alergi


Terkadang hal yang sangat sepele bisa menjadi pemicu jerawat batu pada wajah, sepertihalnya iritasi karena penggunaan pisau cukur (bagi pria), tergores, dan mengalami sedikit pembengkakan. Ini lebih disebabkan karena metabolisme perlindungan pada kulit kita merespon luka atau hal-hal lain yang disinyalir sebagai
ancaman dengan peradangan pada wajah.

Hal sedemikian rupa juga bisa terjadi ketika kita mengalami gejala alergi. Tidak heran, kebiasaan-kebiasaan yang “biasa” sepertihalnya mencukur, facial, menggunakan masker, pijat wajah, dan peeling dapat menjadi penyebab jerawat batu jika kulit kita
memiliki reaksi yang berlebihan terhadap peradangan.

Satu hal lagi yang terpenting, kebiasaan memencet komedo atau jerawat pada wajah juga bisa menyebabkan Jerawat Batu. Ketika kamu memencet jerawat atau komedo dengan prosedur yang kurang terkontrol, bakteri penyebab jerawat mungkin akan terdorong masuk dermis kulit dan menyebabkan inflamasi jauh di dalam lapisan kulit. Hal ini lah yang kemudian membuat jerawat batu sulit sekali untuk disembuhkan bahkan dengan menggunakan obat jerawat topikal ringan yang biasa digunakan untuk menghilangkan jerawat dan komedo pada wajah.

Memencet komedo atau jerawat dengan prosedur yang terkontrol-pun masih bisa menyebabkan jerawat batu lantaran kulit kita yang begitu cepat merespon luka luar dengan reaksi peradangan dari dalam.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Untuk mengatasi reaksi peradangan pada kulit, kita dapat menggunakan produk kecantikan yang memang dirancang untuk jenis kulit wajah kita dan tidak menimbulkan iritasi.

Bagi pria yang rutin bercukur, gunakan gel anti iritasi untuk melindungi kulitmu dari tajamnya pisau cukur dan kondisi yang tak terduga.

Sebisa mungkin gunakan obat jerawat segera setelah jerawat jenis apapun muncul pada wajah karena dapat menekan pertumbuhan bakteri dan inflamasi pada jerawat. Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung antiinflamasi seperti ramuan dari temulawak dan jus buah lainnya.

Jika kamu Alergi terhadap makanan atau salah satu bahan yang terkandung dalam beberapa produk kecantikanmu, segeralah konsultasikan ke dokter spesialis untuk mendapatkan saran, masukan, dan rekomendasi produk kecantikan yang bisa kamu gunakan dan aman untuk kulit wajahmu.

Tindakan pencegahan di atas tidak 100% dapat membebaskanmu dari jerawat batu. Namun, setidaknya usaha terbaik untuk mengatasi jerawat batu telah kamu lakukan. Dalam hal ini, konsistensi sangatlah penting, karena usaha untuk menghilangkan jerawat batu pada wajah selalu berjalan secara kontinyu.

Jika jerawat kamu masih menderita jerawat batu pada wajahmu setelah melakukan beberapa tindakan pencegahan di atas selama kurang lebih 3 minggu, sebaiknya kamu mulai berpikir untuk berkonsultasi pada dokter spesialis kulit untuk mengetahui masalah sebenarnya yang saa ini sedang kamu hadapi.

Selamat mencoba dan semoga berhasil!

External Refference   [ + ]

1. 9 penyebab umum wajah berminyak
2. Pengertian eksfoliasi di WikiPedia
3. Alasan mengapa kamu harus melakukan eksfoliasi secara rutin
DMCA.com Protection Status

Konsultasi Masalah Jerawat Gratis

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *