Masalah Tidur dapat Picu Munculnya Jerawat?

By  |  0 Comments

Pernahkah kamu mendengar bahwa masalah tidur dapat menjadi penyebab jerawat? Beberapa orang kerap mendapati jerawat pada wajahnya di pagi hari sesaat setelah mereka mendapatkan masalah tidur atau tidur yang tidak berkualitas pada malam harinya, lalu meyakini bahwa hal tersebut dapat menyebabkan jerawat pada wajah.

Beberapa lagi, menyebutkan bahwa itu hanyalah mitos. Tidak ada hubungan sama sekali antara masalah tidur atau rendahnya kualitas tidur dengan jerawat pada wajah kita. Lalu mana yang benar? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas keterkaitan antara masalah tidur atau rendahnya kualitas tidur yang kamu alami dengan jerawat pada wajah.

Apakah masalah tidur dapat menyebabkan jerawat, atau itu hanyalah mitos yang mungkin dulunya digunakan oleh para orang tua untuk membuat anak remajanya tidur lebih awal sehingga bisa bangun lebih pagi, bisa kamu ketahui pada akhir pembahasan.

Mendefinisikan Masalah Tidur

Sebelum kita masuk pada pembahasan mengenai bagaimana gangguan tidur dapat menyebabkan jerawat pada wajahmu, kita perlu mengetahui ataupun mendefinisikan apa itu masalah tidur, gangguan tidur, ataupun kualitas tidur. Dari beberapa literatur yang ada, kualitas tidur umunya dapat diukur dan terbagi ke dalam beberapa dimensi.

1. Waktu tidur

Setiap orang memiliki rentang waktu atau intensitas tidur yang berbeda, hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki metabolisme tubuh yang berbeda, yang mempengaruhi lama waktu pemulihan energi dan kondisi tubuhnya. Umumnya, waktu tidur setiap orang adalah 6-8 jam sehari. Memiliki waktu tidur yang lebih pendek ataupun lebih panjang dari biasanya dapat berpengaruh pada kualitas tidur seseorang. Waktu tidur yang terlalu pendek dapat membuat proses peremajaan dan pemulihan kondisi tubuh kurang maksimal. Sebaliknya, tidur terlalu lama dapat menyebabkan hilangnya semangat, pusing, bahkan kelelahan.

2. Pola tidur

Beberapa orang memiliki kebiasaan atau bahkan dituntut untuk tetap terjaga di malam hari dan hanya bisa bersandar di tempat tidur setelah menyelesaikan semua pekerjaan atau ketika matahari telah terbit. Sayangnya menurut beberapa penelitian, pola hidup sedemikian rupa berdampak pada rendahnya kualitas tidur dan dalam prosesnya dapat menyebabkan obesitas, melemahnya kekuatan otak, penyakit jantung, serta meningkatkan rasio kematian dini.[1] Dalam kaitannya dengan waktu tidur, setiap jam sebelum tengah malam dapat bernilai dua kali lebih lama dibandingkan setiap jam setelah tengah malam

3. Kondisi lingkungan

Kondisi lingkungan yang dapat mempengaruhi kualitas tidur kamu antara lain kebisingan, sorot lampu, dan suhu ruangan. Kebisingan dapat membuatmu sulit untuk tidur dan bangun sewaktu-waktu karena suara yang mengganggu, ruangan dengan pencahayaan yang tidak diredupkan atau terlalu terang di malam hari dapat membuat beberapa organ seperti mata tetap terjaga dan tidak mendapatkan waktu istirahat yang baik, sedangkan suhu ruangan yang terlalu panas/dingin sering kali menyebabkan orang gelisah.[2]

4. Kondisi tubuh

Kondisi tubuh berkaitan erat dengan tingkat kelelahan dan penyakit yang ada pada tubuh atau sedang diderita. Semakin lelah seseorang, makan akan semakin pendek siklus tidur REM yang dilaluinya. Tidur yang baik setidaknya harus melalui empat tahapan, kondisi tubuh yang kelelahan biasanya mempercepat atau bahkan mengabaikan tahapan tersebut.[3] Selain itu, penyakit dapat menyebabkan nyeri atau distress fisik yang dapat menyebabkan gangguan tidur, membuat penderita membutuhkan lebih banyak waktu dan perubahan pola tidur.

5. Kondisi psikologis

Depresi, rasa cemas, ketakutan, dan kekhawatiran berlebih terhadap sesuatu yang belum terjadi dapat membuat seorang kesulitan bahkan untuk memejamkan mata, mendapatkan waktu tidur yang sedikit dan pola tidur yang buruk. Tidak sampai disitu, kondisi psikologis yang buruk juga akan memicu seseorang terbangun di tengah malam dan tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan waktu istirahat yang benar-benar baik atau maksimal.

6. Asupan dalam tubuh

Hubungan antara makanan dan kualitas tidur sangat kompleks. Makanan yang kita makan berpengaruh terhadap kualitas tidur, begitu pula sebaliknya. Kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi makanan yang kita pilih atau kita inginkan, hubungan antara keduanya merupakan lingkaran setan yang memandu kita pada pola hidup yang kurang sehat. Hal ini dipelajari dalam sebuah studi yang menunjukkan bahwa orang-orang yang kurang tidur cenderung makan lebih banyak makanan kaya lemak, karbohidrat sederhana, dan lebih sedikit sayuran. Kualitas tidur yang rendah mendorong tubuh untuk mengirimkan sinyal kimia yang berkaitan erat dengan metabolisme dan kelaparan.[4]

Bagaimana Rendahnya Kualitas Tidur dapat Sebabkan Jerawat

Tidur merupakan proses penting. Saat tidur, terjadi proses regenerasi pada beberapa atau bahkan seluruh organ pada tubuhmu. Terganggunya tidur, atau ketika kamu memiliki kualitas tidur yang buruk tentu akan memberikan dampak pada kurang maksimalnya metabolisme serta pemulihan kondisi tubuhmu.

Akibatnya, kamu akan mendapati wajah yang bengkak dan lebih berminyak ketika bangun. Hal ini disebabkan karena masalah tidur dapat memicu stress, yang pada gilirannya mendorong peningkatan kadar zat kortisol dalam tubuh. Zat kortisol ini berperan aktif untuk mendorong kulit untuk mengeluarkan lebih banyak sebum, yang membuat kulitmu sangat rentan terhadap masalah jerawat.[5]

Di samping itu, gangguan tidur juga ditengarai mampu meningkatkan resistensi insulin, membuat kadar gula pada tubuh naik secara drastis, membuat berbagai luka ataupun infeksi pada kulitmu lebih mudah berlanjut pada tahap peradangan ataupun inflamasi. Pada tahap ini, kualitas tidur yang rendah dikatakan mampu mempercepat proses pembentukan jerawat meradang.

Selain itu, kondisi psikologis yang dirundung stress dan depresi akibat rendahnya masalah tidur dapat berujung pada kondis hormonal yang tidak stabil, membuat beberapa jerawat yang ada tak lekas mengempes atau bahkan lebih parah.

Kesimpulan

Masalah atau gangguan tidur dalam bentuk kualitas tidur yang buruk/rendah secara langsung tidak dapat menyebabkan jerawat pada wajah. Namun masalah tersebut dapat mempercepat proses pembentukan jerawat, menyebabkan jerawat yang ada bertambah parah, juga tidak kunjung kempes/reda. Sehingga, memiliki kualitas tidur yang baik adalah salah satu kunci untuk mendapatkan wajah bersih bebas jerawat. Simak ulasan eksklusif tentang: Kunci untuk Mendapatkan Tidur Berkualitas.

External Refference   [ + ]

1. Kapan waktu terbaik untuk tidur?
2. Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik. Edisi 4 volume 1.EGC. Jakarta.
3. Silvanasari, Irwina Angelina. 2012. Skripsi: Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur yang Buruk pada Lansia di Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember. Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember.
4. Marie-Pierre St-Onge, Andrew McReynolds, Zalak B Trivedi, Amy L Roberts, Melissa Sy, and Joy Hirsch. 2012. Sleep restriction leads to increased activation of brain regions sensitive to food stimuli. American Society for Nutrition, pp. 1-7.
5. Bagaimana gangguan tidur dapat berujung pada jerawat?
DMCA.com Protection Status

Konsultasi Masalah Jerawat Gratis

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: