Komedo

By  |  0 Comments

Komedo di hidung lebih sering terlihat dibandingkan dengan bagian wajah lainnya, pasalnya daerah sekitar T Zone (pelipis, hidung, dan dagu) biasanya memproduksi minyak lebih banyak dibandingkan dengan daerah lainnya pada wajah, terutama bagi kamu yang memiliki kulit kombinasi. Jika dilihat, komedo akan tampak seperti titik-titik atau flek hitam yang muncul ke permukaan.

Bagi JerawatHaters yang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, mungkin kamu pernah penasaran dengan titik-titik hitam yang biasanya terdapat pada hidung. Tidak jarang pula ada yang memencet komedo masing-masing dan mendapatkan butiran kecil yang berwarna kehitam-hitaman di permukaan dan kuning mentega di bagian lainnya. Well, itulah yang kemudian disebut dengan komedo.

Banyak yang mengira bahwa itu adalah biji kacang, muncullah mitos banyak makan kacang akan menyababkan orang berjerawat, namun sekarang JerawatHaters tahu, mitos yang menyebutkan banyak makan kacang dapat menyebabkan jerawat adalah salah! (meskipun tidak sepenuhnya salah) Lihat penjelasan lengkapnya di laman tentang jerawat dan kacang).

Penyebab Komedo pada Wajah

Secara sederhana, komedo merupakan bentuk pemadatan dan pengelumpukan sel-sel kulit mati dan kelenjar minyak berlebihan pada kulit. Komedo tidak hanya terjadi dan muncul di permukaan kulit wajah saja, namun juga komedo di punggung, di pantat, bahkan di ketiak[1].

Penyebab utama komedo antara lain faktor kebersihan wajah yang tidak terjaga, perubahan hormon yang sedang kamu rasakan (haid, pubertas, hamil, dan lain-lain), faktor makanan dan minuman yang kamu konsumsi, penggunaan bedak dan kosmetik sejenis yang salah dan kadaluarsa, serta efek samping dari obat-obatan tertentu. Selengkapnya, baca: penyebab komedo dan cara mengatasinya.

Komedo Whitehead dan Blackhead


Jika diperhatikan, warna dari komedo bisa berbeda-beda. Ada yang berwarna putih kekuning-kuningan, ada pula yang berwarna cokelat kehitam-hitaman. Hal tersebut tentu saja lazim karena komedo sendiri dibagi menjadi dua jenis, komedo terbuka (blackhead) dan komedo tertutup (whitehead)

Gambar Komedo Blackhead dan Whitehead

Secara sederhana, komedo dapat diartikan sebagai pori-pori yang tersumbat, entah itu terbuka maupun tertutup. Komedo tertutup atau yang kemudian sering dikenal dengan istilah komedo Whitehead memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil. Ketika minyak dan bakteri terperangkap di bawah permukaan kulit, seiring berjalannya waktu tumbunan minyak tersebut akan mengeras dan menjadi komedo.

Komedo terbuka atau yang kemudian dikenal dengan istilah komedo Blackhead terlihat seperi pori-pori yang membesar dan berawarna kehitaman. Ketika pori-pori membesar dan terbuka ke permukaan kulit dan ke kelenjar minyak, gabungan sel-sel kulit mati dan kelenjar minyak ini teroksidasi oleh udara dan berubah menjadi warna hitam/coklat. Komedo jenis ini adalah komedo yang paling sering dialami oleh kebanyakan orang dan lebih mudah cara penanganannya daripada komedo whitehead.

Dampak Komedo bagi Kecantikan


Seperti yang telah dijelaskan, komedo yang tidak segera ditangani dan dibiarkan secara berlarut-larut tanpa adanya penanganan dapat memicu peradangan pada wajah yang kemudian juga disebut dengan jerawat. Nah JerawatHaters, kulit yang berjerawat tentu kurang baik karena kuman dan berkembang biak pada kulit yang berjerawat. Selain itu, bekas jerawat yang membandel juga akan mengganggu penampilan kamu.

Pada kasus komedo blackhead, produksi minyak pada kelenjar lemak yang selalu aktif akan membuat komedo bertambah besar setiap waktunya, namun komedo jenis ini juga bisa menyebabkan jerawat ketika bakteri penyebab jerawat (propionibacterium acnes) berperan aktif dalam saluran kelenjar minyak[2]. Sedangkan pada komedo Whitehead, perilaku yang tidak benar dalam penanganan komedo—seperti memencet-mencet komedo dengan cara yang salah—dapat berujung pada peradangan yang luar biasa karena terdorongnya komedo ke dalam lapisan kulit yang menyebabkan jerawat batu.

Selain itu, keberadaan komedo membuat pori-pori tampak lebih besar, kotor, dan kusam. Bukankah semua orang ingin memiliki kulit lembut, halus, dan bersinar seperti porselen? Komedo pada wajah membuat impian tersebut sirna dalam hitungan detik.

Menghilangkan Komedo pada Wajah


Banyak sekali cara yang bisa kita gunakan untuk menghilangkan komedo. Mulai dari cara yang alami, kimiawi, hingga cara yang ekstrim. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak beberapa cara yang umum di gunakan untuk menghilangkan komedo pada wajah di bawah ini:

  1. Dipencet! Cara ini merupakan cara yang tergolong konvensional dan berbahaya[3]. Pemencetan komedo mungkin bisa mengeluarkan komedo dari pori-pori wajah, namun kadang juga pemencetan komedo membuat komedo semakin masuk dalam lapisan kulit sehingga menyebabkan peradangan.
  2. Komedo Ekstraktor: Tak jauh jauh berbeda dengan cara dipencet, penggunaan komedo ekstraktor yang salah karena tidak dilakukan oleh ahlinya justru berakibat pada peradangan. Selain itu, memencet komedo atau menggunakan komedo ekstraktor dapat menyebabkan bercak kemerahan pada kulit. Selain itu, penggunaan komedo ekstraktor maupun memencet komedo dapat menyebabkan trauma pada pori-pori, Pemencetan berulang dalam jangka panjang akan membuat lubang pori semakin besar sehingga tampilan kulit wajah jadi kasar dan bolong-bolong. Oleh karena itu, kedua cara diatas hanya boleh dipergunakan dalam kondisi darurat.
  3. Penyedot Komedo: cara kerja alat ini berbanding terbalik dengan komedo ekstraktor atau ekstraktor komedo. Jika eksraktor mendorong permukaan kulit di sekitar komedo, maka komedo menggunakan kulit sekitar daerah komedo sebagai pijakan untuk menyedot komedo yang ada. Sehingga masuknya bakteri ke lapisan dermis dapat dicegah.
  4. Obat Jerawat: kemu juga bisa mengaplikasikan obat yang mengandung salicylic acid, benzoyl peroxide, atau resorcinol pada wajah seperti yang digunakan untuk cara menghilangkan jerawat juga bisa kamu terapkan untuk menghilangkan komedo pada wajah[4]. Namun, jangan berharap terlalu banyak karena bakteri dalam pembentukan komedo tidak memiliki peran yang banyak dibanding pada jerawat.
  5. Peeling Komedo: Peeling komedo bisa dilakukan dengan cara alami maupun kimiawi. Kita bisa membuat masker untuk peeling komedo dengan bahan-bahan alami seperti telur, ataupun membeli produk peeling tersendiri di toko-toko kecantikan. Yang jelas, cara ini berbeda dengan cara pertama dan kedua. Namun yang perlu diperhatikan adalah cara ini tidak bisa digunakan sesering mungkin, artinya harus ada jeda penggunaan namun tetap bisa rutin digunakan paling sering 1 minggu sekali, jika tidak kulit akan menjadi sangat tipis dan sensitif. Kamu juga bisa mengetahui cara membersihkan jerawat disini!
  6. Menguapi Komedo: Cara ini merupakan cara alami menghilangkan komedo dan paling aman. Caranya yaitu menguapi wajah dengan uap yang berasal dari rebusan air putih yang mendidih. Ketika wajah melakukan kontak dengan suhu yang lebih panas, maka pori-pori akan membesar. Pada saat itulah gunakan sentuhan lembut untuk mendorong komedo keluar dengan handuk yang lembut. Namun, cara ini tidak bisa digunakan untuk menghilangkan komedo whitehead karena letaknya yang berada di bawah epitel kulit.

Meskipun banyak metode yang bisa dipilih untuk menghilangkan komedo pada wajah, mencegah munculnya komedo merupakan cara terbaik untuk mendapatkan kulit bersih bebas komedo. Pepatah mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati.

Mencegah Pembentukan Komedo pada Wajah

Berikut beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan di rumah untuk mencegah pembentukan komedo pada wajah. Meskipun cara di bawah ini tergolong sangat mudah, namun terkadang dalam penerapannya masih kurang diperhatikan.

  • Selalu menjaga kebersihan wajah dengan rajin mencuci wajah dengan pembersih yang tepat. Hindari kontak dengan tangan yang mengandung banyak kuman dan bakteri, jika wajahmu terlalu berminyak, lakukan tips berikut.
  • Bila perlu, lakukan eksfoliasi dengan scrub wajah atau peeling kimiawi agar sel-sel kulit mati yang menempel pada wajah tidak menyumbati pori-pori dan menyebabkan komedo pada wajah.
  • Selalu jaga pola makan dan dietmu. Kurangi makanan berminyak dan mengandung banyak pengawet. Jauhi daftar makanan berikut agar jerawat dan komedo tidak muncul lagi.
  • Selalu pastikan tanggal kadaluarsa kosmetik yang kamu pakai untuk wajah dan rambutmu. Gunakan kosmetik dan produk sejenis yang berbasis air dan tidak mengandung minyak non-comedogenic.
  • Gunakan masker tambahan bila diperlukan. Masker alami mungkin kamu butuhkan untuk mengendalikan produksi minyak berlebih dan menutrisi kulitkusammu. Selalu gunakan masker wajah yang memang sudah teruji untuk jenis kulitmu.

Jika berbagai cara telah kamu lakukan namun tidak ada kemajuan yang signifikan, atau bahkan jerawat semakin parah dari hari ke-hari, segeralah berkonsultasi ke dokter spesialis. Hasil yang didapatkan setiap individu mungkin akan sangat berbeda. Hal ini tentu disebabkan oleh banyak faktor, seperti perbedaan sensitifitas kulit wajah, faktor eksternal (polutan dalam lingkungan sekitar), gaya hidup dan pola makan.

Beberapa orang mendapatkan hasil yang sangat memuaskan dengan beberapa kali percobaan, beberapa diantaranya mengaku komedo bahkan bertambah banyak dan kulit menjadi iritasi. Maka dari itu, hanya gunakan bahan-bahan alami dan hentikan penggunaan masker/obat/jenis perawatan lainnya jika kulit anda merespon dengan efek yang negatif.

External Refference   [ + ]

1. Penyebab komedo di WikiPedia
2. Bakteri yang bertanggungjawab dalam proses pembentukan jerawat
3. Alasan kenapa kamu tidak boleh memencet komedo pada wajah
4. Semua tentang komedo di alodokter
DMCA.com Protection Status

Konsultasi Masalah Jerawat Gratis

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: