Jerawat

By  |  0 Comments

Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Berbagai jenis dan bentuk tipografi kulit manusia serta kebiasaan dan gaya hidup yang berbeda-beda kadang juga menimbulkan masalah dan jenis jerawat yang tumbuh berbeda pula.

Jerawat ditandai biasanya muncul dalam bintik-bintik di beberapa bagian tubuh sepertihalnya wajah, punggung, dada, leher, bahkan kelamin. Bintik tersebut terbagi kedalam beberapa jenis menurut keparahannya. Mulai dari bintik-bintik hitam dan putih (komedo blackhead dan whitehead) sampai dengan bintik-bintik parah yang berisi nanah dan kista[1]

Siapa Saja yang Berjerawat?


Sebagian kasus jerawat hanya terjadi pada mereka yang memiliki rentang usia 28 tahun ke bawah, apalagi bagi mereka yang berusia 14 hingga 19 tahun. Pada usia tersebut, aktivitas hormon yang tidak stabil mendorong produksi minyak berlebih yang pada prosesnya meningkatkan resiko terkena jerawat. Namun, dalam beberapa kasus jerawat masih saja muncul melewati batas rentang usia di atas.

Jerawat bisa dialami baik oleh pria maupun wanita, adalah Kligmann[2], seorang peneliti yang ahli dalam bidang jerawat dan aktif dalam memecahkan masalah seputar jerawat menyatakan “Tak ada satu orang pun di dunia yang melewati masa hidupnya tanpa sebuah jerawat di kulitnya.” Jadi, buat apa kamu ragu dan minder karena masalah klasik yang bahkan hampir semua orang di dunia ini pun pernah merasakannya termasuk kakek, nenek, bahkan orang-orang yang hidup di zaman sejarah dan mungkin pra-sejarah. Oleh karenanya, kamu tidak sendirian.

Lalu Apa Penyebab Jerawat?


Jerawat umumnya disebabkan karena terjadi penyumbatan pori-pori yang kadang diikuti dengan infeksi yang disebabkan oleh sejenis bakteri yang bernama propionibacterium acne. Bakteri semacam ini, biasanya hidup dan tumbuh di saluran kelenjar sebaceous yang tersumbat, tepat pada daerah tempat beradanya asam lemak pada kantung kelenjar sebaceous yang tersembunyi di dalam pori-pori kulit. Bakteri yang dapat menimbulkan  jerawat ini akan terus hidup subur dalam saluran kelenjar karena bakteri jenis ini tidak membutuhkan oksigen untuk hidup dan jika dibiarkan secara terus menerus dapat menimbulkan iritasi pada daerah sekitarnya. Sumber bakteri propionibacterium bisa berasal dari berbagai hal sepele yang jarang sekali kita perhatikan seperti kurangnya menjaga kebersihan wajah, tangan, dan benda/bagian tubuh yang sering melakukan kontak langsung dengan wajah.

Tahukah kamu JerawatHaters, munculnya jerawat juga kerap kali dipicu oleh perubahan hormonial yang selanjutnya akan membuat produksi minyak pada kulit wajah mencuat dan menyebabkan kulit tersumbat terjadi pada masa-masa tertentu seperti menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB, serta stress yang berkepanjangan.

Lalu bagaimana saya dapat mengobati jerawat mengingat menstruasi, kehamilan, penggunaan pil, serta tekanan yang pada akhirnya akan membuat saya stress adalah bagian dari hidup saya sebagai seorang wanita karir yang hidup di era emansipasi?

Mungkin itulah pertanyaan yang timbul dibenak JerawatHaters. Tenang, sebenarnya masalah jerawat yang akan dikuak oleh situs ohJerawat tidak terbatas dan dikhususkan untuk memberikan solusi jerawat bagi kaum wanita yang memang mempunyai kerentanan dan kecenderungan yang lebih untuk terus mengidap masalah jerawat secara berkepanjangan. Tapi juga bagi para pria yang merasa minder dengan kondisi kulit wajah yang dipenuhi dengan jerawat. Mungkin tingkat stress pria yang cenderung lebih mudah naik daripada wanita kadang menjadi pemicu utama mengapa kelompok pria di usia tertentu cenderung mempunyai jerawat yang tumbuh subur daripada wanita seusianya.

Selengkapnya: penyebab jerawat dan cara mengatasinya.

Pertolongan Pertama pada Jerawat


Jika jerawat dengan jenis apapun muncul pada wajahmu, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah tetap tenang dan tidak panik. Stres dan depresi karena kemunculan jerawat yang tak pernah diundang dapat memperburuk kondisi jerawatmu.

Selain itu, jangan pernah sesekali memencet jerawat atau menggunakan komedo ekstraktor pada jerawat. Alih-alih jerawat hilang, bakteri justru akan semakin masuk ke dalam dermis dan menyebabkan jerawat meradang dan bernanah.

Penting untuk menjaga kebersihan kulit di area yang berjerawat, meskipun hal tersebut tidak dapat mengobati jerawat, setidaknya dapat meminimalisir agar jerawat tidak bertambah parah. Basuh area tersebut dua kali sehari dengan menggunakan pembersih atau sabun ringan. Agar tidak mengalami iritasi, jangan menggosok kulit terlalu keras apalagi menggunakan scrub yang justru dapat memperparah kondisi jerawatmu[3].

Pahamilah apa yang menyebabkan jerawat dan dari mana jerawat tersebut berasal. Jika kulitmu cenderung kering, mungkin dehidrasi dan kurangnya kelembapan adalah salah satu penyebabnya[4]. Oleh karena itu, cukupi kebutuhan mineral pada tubuhmu dan selalu gunakan pelembab pada wajah. Sebagian produk pelembab telah melalui tahap pengujian agar tidak menimbulkan komedo (non-comedogenic), bahkan beberapa dari mereka adalah pelembab yang akan melembabkan wajahmu sekaligus mencegah produksi minyak berlebih.

Selain itu, lakukan tindakan pencegahan berikut saat jerawat pertama kali muncul sebagai pertolongan pertama pada jerawat agar jerawat tidak bertambah parah.

Pengobatan untuk Menghilangkan Jerawat


Banyak sekali metode pengobatan untuk menghilangkan jerawat pada wajah. Pengobatan bisa dilakukan baik dari luar dengan cara mengoleskan salep/gel/krim pada daerah yang berjerawat maupun dari dalam dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Berikut beberapa pengobatan yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan jerawat[5] pada wajahmu.

  • Obat bebas: Hingga saat ini, telah banyak di jual obat jerawat dengan berbagai bentuk yang beragam dan di jual di berbagai tempat terbuka seperti di supermarket atau apotik. Pilihlah obat jerawat yang mengandung salicylic acid, benzoyl peroxide, atau resorcinol. Ketiga bahan tersebut sangat ampuh untuk mengempeskan jerawat (Baca: 6 cara mengempeskan jerawat dengan cepat).
  • Obat resep: Jika obat jerawat bebas tidak cukup ampuh untuk menghilangkan jerawatmu, cobalah obat resep atau obat racikan dokter dengan kandungan vitamin A yang berfungsi untuk mencegah terbentuknya penyumbatan pada folikel rambut dan juga mempercepat regenerasi sel kulit wajah.
  • Konsultasi dokter: Konsultasi pada dokter spesialis sangat cocok bagi kamu yang memiliki kulit yang sensitif dan ibu-ibu yang mengalami jerawat di saat hamil (beberapa obat jerawat dan antibiotik dapat berbahaya bagi kandungan). Dokter spesialis kulit akan mendiagnosa jerawat pada wajah kamu, dan selanjutnya memberikan opsi pengobatan yang terbaik untuk masalah jerawatmu.
  • Terapi laser: Terapi laser dan cahaya akan memanfaatkan sinar untuk menurunkan produksi minyak pada kulit atau membunuh bakteri yang ada. Terapi ini bisa mengobati komedo dan jerawat tanpa merusak permukaan kulit paling luar.
  • Obat tradisional: Pengobatan ampuh yang kerap di lupakan oleh banyak orang, yaitu dengan menggunakan obat alami ataupun obat tradisional yang berasal dari rempah, buah, dan sayuran. Mengobati jerawat secara tradisional dari luar bisa kamu lakukan dengan cara mengaplikasikan masker anti jerawat pada wajah (gunakan masker tomat, kentang, lidah buaya, telur, dan kunyit). Sedangkan, pengobatan tradisional untuk jerawat bisa menggunakan temulawak yang mengandung anti-inflamasi. Cobalah resep obat jerawat tradisional yang satu ini.

Meskipun banyak metode yang bisa dipilih untuk menghilangkan jerawat pada wajah, mencegah jerawat datang merupakan cara terbaik untuk mendapatkan kulit bersih bebas jerawat. Pepatah mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati.

Bagaimana Cara Mencegah Jerawat?


Ada banyak hal sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mencegah jerawat pada wajah. Pertama, ialah dengan mencukupi kebutuhan mineral pada tubuh yang bermanfaat untuk menetralisir racun dan kotoran dalam darah melalui fungsi hati. Kedua, selalu menjaga kebersihan wajahmu dengan mencuci wajah minimal 2x sehari dan tidak menyentuh wajah dengan tangan yang kotor (tips: bagi kamu yang memiliki kulit berminyak, gunakan toner ber-pH rendah setelah mencuci wajah untuk mencegah minyak dan memberikan perlindungan antibakteri, lanjutkan dengan pelembab khusus wajah berminyak). dan Ketiga, hindari makanan berminyak dengan kandungan pengawet yang tinggi sepertihalnya makanan siap saji (mie, ramen, dkk) dan junk food[6].

Komplikasi Jerawat dan Keputusan untuk Berkonsultasi


Jika berbagai cara telah kamu lakukan namun tidak ada kemajuan yang signifikan, atau bahkan jerawat semakin parah dari hari ke-hari, segeralah berkonsultasi ke dokter spesialis. Memencet jerawat dan kondisi jerawat pada wajah secara berkepanjangan dapat berakibat meninggalkan bekas luka bopeng permanen yang sangat sulit untuk dihilangkan..

Dalam mengobati jerawat memang butuh kesabaran. Hasil yang didapatkan setiap individu setelah mencoba berbagai tips menghilangkan jerawat dan bekas jerawat pada wajah mungkin akan sangat berbeda. Hal ini tentu disebabkan oleh banyak faktor, seperti perbedaan sensitifitas kulit wajah, faktor eksternal (polutan dalam lingkungan sekitar), gaya hidup dan pola makan.

Beberapa orang mendapatkan hasil yang sangat memuaskan dengan beberapa kali percobaan, beberapa diantaranya mengaku jerawat bahkan bertambah parah dan kulit menjadi iritasi. Maka dari itu, hanya gunakan bahan-bahan alami dan hentikan penggunaan masker/obat/jenis perawatan lainnya jika kulit anda merespon dengan efek yang negatif.

External Refference   [ + ]

DMCA.com Protection Status

Konsultasi Masalah Jerawat Gratis

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: