Jerawat Karena Berhijab? Ini Solusinya!

By  |  0 Comments

Hijab atau jilbab menjadi salah satu hal terpenting bagi wanita muslim. Selain dapat melindungi diri dari fitnah dan menjaga kehormatan seorang wanita, hijab atau jilbab juga berfungsi sebagai pelindung bagian tubuh penting wanita sepertihalnya kulit dan wajah dari pengaruh buruk lingkungan baik di siang maupun malam hari.

Kendati demikian, kerap ditemui beberapa kasus jerawat yang muncul di sekitar garis terluar wajah yang menjadi batas antara wajah yang tidak tertutup hijab/jilbab dan bagian wajah atau kulit yang tertutup oleh hijab.

Hal tersebut, bukan karena seseorang tidak cocok memakai hijab, namun lebih pada kebiasaan untuk tidak mengindahkan beberapa hal mendasar yang harus dipatuhi dalam memakai jilbab yang pada akhirnya membuat jerawat, komedo, iritasi kulit menjadi masalah baru bagi wanita yang berjilbab.

Jerawat Karena Jilbab

Umumnya, jerawat yang disebabkan oleh kurangnya mematuhi hal-hal dasar dalam berjilbab/berhijab muncul pada bagian kulit yang tertutup atau bersentuhan dengan jilbab, juga pada batas terluar antara kulit dan rambut, termasuk dahi, pelipis, dan area di bawah telinga. Selain dari yang disebutkan, coba simak penyebab umum jerawat pada wajah.

Berikut beberapa hal sederhana yang harus kamu perhatikan dalam mengenakan hijab atau jilbab agar kulitmu terhindar dari jerawat dan masalah kulit lainnya karena pemakaian jilbab.

Pemakaian Inner Jilbab


Mengganti inner jilbab secara teratur menjadi hal yang sangat penting. Pasalnya, sisi pinggir inner jilbab yang bersentuhan langsung dengan kulitmu bisa menjadi media yang sangat baik bagi kuman untuk menginfeksi kulit wajahmu. Keringat/minyak pada kulit kepala yang mengalir, juga sisa wudhu yang terserap oleh kain inner hijab dapat meningkatkan kelembapan pada area yang tertutup hijab sehingga menjadi tempat yang baik bagi bakteri untuk berkembang biak[1].

Penggunaan Kosmetik


Menggunakan kosmetik di atas permukaan kulit yang tertutupi oleh jilbab atau hijab membuat kulitmu kesulitan untuk bernapas. Apalagi, jika sejumlah keringat dan minyak mulai bercampur dengan kosmetik yang kamu kenakan, tentu sumbatan pada pori wajahmu tidak bisa dihindarkan. Pada akhirnya, bintik-bintik atau jerawat kecil dengan jumlah yang banyak akan mulai bermunculan di sekitar wajah kamu.

Kondisi Rambut


Kondisi rambut juga ikut berpengaruh karena pori pada kulit kepala juga memiliki kelenjar minyak dan memproduksi sejumlah minyak sepertihalnya pori pada wajah untuk tetap menghidrasi rambutmu[2].

Oleh karenanya, rambut yang jarang dibersihkan juga dapat menjadi sumber kuman dan bakteri. Apalagi ketika kamu berhijab, kondisi rambut dan kulit kepala akan menjadi semakin lembab. Sangat memungkinkan bagian rambut yang penuh dengan kuman ini bersentuhan dengan kulit wajah, membuat kulit menjadi iritasi, dan berujung pada jerawat yang meradang.

Pilihan Jenis Kain Hijab yang Salah


Tidak semua kain aman dan baik digunakan oleh semua orang. Beberapa orang memiliki reaksi penolakan terhadap beberapa jenis kain atau pewarna dan bahan yang terkandung dalam jenis kain tertentu. Pengetahuan tersebut dapat kamu dapatkan melalui konsultasi dengan dokter kulit, ataupun melalui pengamatan terhadap kebiasaan yang kamu alami semenjak kecil.

Wewangian pada Pelembut/Pelicin Pakaian


Wewangian yang terkandung dalam pelembut pakaian kerap menjadi salah satu penyebab alergi[3]. Oleh karenanya, beberapa orang tidak cocok dengan beberapa merek pewangi dan pelembut pakaian. Sama sepertihalnya pada kasus jenis kain, cara untuk mengenali apakah kamu alergi dengan wewangian tertentu ialah dengan berkonsultasi dan memeriksakan dirimu ke dokter spesialis, atau kamu juga bisa mengenali hal tersebut dari kebiasaan semenjak kecil.

Sisa Deterjen Dalam Jilbab


Deterjen bersifat abrasif, apapun jenis deterjennya. Sehingga sisa deterjen yang tertinggal pada pakaian karena kurangnya ketelatenan dalam mencuci pakaian dapat menyebabkan iritasi pada kulit wajahmu, termasuk deterjen yang tertinggal pada hijab/jilbab. Apalagi, pakaian, jilbab atau hijab tersebut dipakai dalam jangka waktu yang lama. Kulit yang teriritasi akan lebih mudah terpapar bakteri, kuman, dan jamur. Sehingga jerawat bukan lagi menjadi suatu hal yang mengherankan[4].

Mengatasi Jerawat yang Disebabkan Karena Pemakaian Jilbab/Hijab

Untuk meminimalisir resiko munculnya jerawat karena penggunaan jilbab atau hijab, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan dan kamu biasakan sebagai salah satu cara untuk mengatasi jerawat yang disebabkan karena memakai hijab/jilbab.

  • Jagalah kebersihan kepalamu, termasuk rambut dan kulit wajah dengan cara mencucinya dan membersihkannya secara teratur. Gunakan shampo untuk rambut, dan pembersih wajah untuk kulitmu. Jika kamu menggunakan kondisioner, pastikan untuk selalu membilasnya secara menyeluruh.
  • Jangan mengenakan inner hijab atau hijab yang sama selama berhari-hari. Setidaknya gantilah inner hijab minimal tiga kali sehari atau jika inner hijab dalam keadaan yang sangat lembab karena keringat atau minyak saat kamu mengenakannya dalam kondisi cuaca yang sangat panas.
  • Hindari pengaplikasian make up jauh ke dalam bagian kulit yang ditutupi atau bersentuhan dengan hijab. Karena dapat menyebabkan make up dan hijab bertumpuk dan menyebabkan sumbatan pada kulit. Apabila menggunakan pelembab, tunggulah hingga pelembab benar-benar meresap sebelum mengenakan hijab/jilbab. Hindari penggunaan make up yang terlalu tebal.
  • Pastikan selalu membersihkan wajah dari make up di malam hari atau ketika acara penting telah berakhir, terutama pada area kulit yang tertutup oleh hijab karena sejumlah bakteri mungkin sudah mulai aktif mengiritasi pori wajahmu setelah seharian bersentuhan dengan jilbab dalam kondisi yang lembab terguyur keringat dan teriknya siang.
  • Pilih dan kenakan inner hijab dan hijab dengan bahan yang dapat menyerap keringat, juga cocok dengan jenis kulitmu (tidak menyebabkan alergi dan iritasi). Kamu bisa mulai mencoba untuk mengeksplorasi berbagai jenis kain dan menentukan kain mana yang paling baik untuk kamu kenakan.
  • Hindari wewangian dalam pelembut atau pelicin pakaian yang dapat menyebabkan reaksi alergi, khususnya pada hijab atau inner hijab yang akan kamu kenakan.
  • Dalam mencuci hijab atau inner hijab, pastikan tidak ada sisa deterjen yang tertinggal dengan cara membilasnya secara menyeluruh. Sifat deterjen yang abrasif yang tertinggal pada pakaian dapat menyebabkan iritasi.

Itu dia beberapa hal penting yang harus kamu ketahui dan kamu praktikkan dalam menggunakan hijab atau jilbab untuk meminimalisir resiko munculnya jerawat ataupun komedo pada daerah garis batas wajah. Sehingga, niatan untuk terus memakain hijab tidak terhenti karena jerawat yang muncul setelah mengenakan hijab atau jilbab.

External Refference   [ + ]

1. Menghindari jerawat bagi wanita berjilbab
2. Jerawat yang disebabkan karena rambut
3. Wewangian, parfum, dan jerawat
4. Deterjen pencuci pakaian dapat sebabkan jerawat
DMCA.com Protection Status

Konsultasi Masalah Jerawat Gratis

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *