Jerawat di Kemaluan Wanita dan Cara Mengatasinya

By  |  5 Comments

Tidak hanya tumbuh di wajah, di punggung, dan di dada, jerawat atau bisul pada wanita remaja dan dewasa juga kerap ditemui di daerah kemaluan. Hal ini, tentu sangatlah mengganggu. Apalagi bagi kamu yang sudah bersuami dan aktif melakukan hubungan seksual. Tidak hanya sangat mengganggu, namun juga karena hal tersebut dapat merusak hubungan kamu dengan pasanganmu di ranjang.

Jerawat di kemaluan perempuan bukan persoalan sepele karena menyangkut organ reproduksi yang sangat vital. Tidak seperti jerawat yang ada pada wajah, punggung, dan dada, jerawat di kemaluan wanita yang disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV diketahui dapat menjadi pemicu kanker serviks[1]. Namun tidak perlu khawatir, diagnosa sejak dini dan perawatan yang tepat terhadap jerawat dapat menjadi solusi untuk mencegah kanker serviks pada wanita yang ditumbuhi jerawat di daerah kemaluan[2].

8 Penyebab Jerawat di Kemaluan Wanita

Salah satu cara mengatasi jerawat di kemaluan adalah dengan mengetahui asal dan penyebab jerawat itu sendiri. Oleh karena itu, berikut 8 penyebab jerawat di kemaluan perempuan yang harus kamu tahu[3]:

  1. Keringat: Jika jerawat pada wajah di sebabkan oleh kelenjar minyak yang terlalu aktif, keringat menjadi penyebab utama jerawat di kemaluan wanita. Keringat di area selangkangan dapat menyebabkan bakteri terakumulasi di daerah Miss V dan menyebabkan sumbatan pada pori-pori kulit yang pada gilirannya memicu peradangan yang kemudian lebih dikenal dengan istilah jerawat.
  2. Celana Dalam: Sama seperti penyebab yang pertama, celana dalam yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat dapat menyebabkan keringat terjebak di permukaan kulit dan menyumbat pori-pori kulit[4]. Selain itu, celana dalam yang ketat memungkinkan terjadinya iritasi karena gesekan antara kulit kemaluan dengan celana dalam. Minimnya sirkulasi udara akibat celana dalam yang terlalu ketat membuat daerah sekitar kemaluan menjadi lembab. Oleh karenanya, bakteri dan kuman akan sangat mudah berkembang biak di area ini. Jika luka atau iritasi tersebut terpapar oleh bakteri dalam waktu tertentu, tidak heran jika jerawat di kemaluan wanita dapat tumbuh dengan subur.
  3. Menstruasi: pada fase bulanan ini area Miss V menjadi lebih lembab dari biasanya. Jika terjadi iritasi pada kulit Miss V dan daerah di sekitarnya, bakteri staphylococcus aureus[5] atau streptococcus pyogenes[6] yang secara tidak sengaja terbawa oleh tangan atau media lain dapat menjadi pemicu dan penyebab jerawat atau bisul di kemaluan wanita. Oleh karena itu, rajin membersihkan daerah kewanitaan dan mengganti pembalut secara rutin adalah cara yang tepat untuk mencegah agar bakteri penyebab jerawat di kemaluan tidak berkembang biak dengan cepat.
  4. Rambut Kemaluan: Rambut kemaluan memang memiliki fungsinya sendiri untuk menjaga kelembapan daerah kewanitaan. Namun sebaliknya jika kamu malas untuk membersihkannya, rambut kemaluan justru dapat menjadi tempat yang baik bagi virus, bakteri, dan kuman untuk berkembang biak. Bagaimana dengan mencukur? Kebiasaan mencukur habis rambut Miss V dalam beberapa kasus penjadi penyebab utama jerawat di kemaluan wanita. Ketika mencukur, bisa saja alat pencukur menggores pori-pori rambut kemaluan, selama proses penyembuhan pori-pori tersebut menutup dan membawa serta folikel rambut sehingga rambut kemaluan akan tumbuh ke dalam (ingrown hair)[7] karena pori-pori yang menutup dan menyebabkan pori-pori bengkak mirip jerawat.
  5. Siklus Hormonal: Jika ada jerawat di kemaluan semasa hamil ataupun menjelang menstruasi, jangan heran karena siklus hormonal tersebut merupakan fase dimana hormon pada tubuh perempuan mengalami ketidakseimbangan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya hormon progesteron pada kelenjar aprokin, sepertihalnya juga pada kelenjar minyak di wajah atau punggung. Akumulasi lemak dan keringat berlebih dapat menyebabkan pori-pori meradang, oleh karena itu jerawat tumbuh di daerah kewanitaan.
  6. Salah Makan: Beberapa makanan jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memicu produksi minyak dan keringat berlebih. Sepertihalnya mayones, margarin, telur, gorengan, dan makanan lain yang mengandung minyak jenuh yang tinggi. Periksalah kembali apakah sebelum jerawat muncul di kemaluan kamu telah memakan makanan yang mengandung banyak minyak. Jika iya, jauhi makanan tersebut mulai dari sekarang karena dapat menyebabkan jerawat di kemaluan. Baca: daftar makanan penyebab jerawat!
  7. Reaksi Alergi: Kebanyakan reaksi alergi memperlihatkan dampak kulit memerah dan meradang yang terlihat seperti jerawat atau bisul. Jika jerawat tersebut muncul setelah kamu mengonsumsi makanan yang membuatmu alergi, maka penyebab jerawat di kelamin wanita adalah karena makanan tersebut. Namun jika tidak, mungkin karena alergi detergen yang terlalu keras dan tidak dibilas bersih saat mencuci celana dalam. Cobalah untuk mengganti detergen pencuci pakaianmu dan jangan terlalu banyak memasukkannya untuk mencuci.
  8. Virus HPV: jerawat atau bisul yang disebabkan virus HPV tampak seperti jerawat atau bisul pada umumnya, namun tdak mudah terlihat karena letaknya berada di dalam Miss V. Jika kamu aktif berhubungan seksual, kamu perlu waspada karena kemungkinan jerawat tersebut disebabkan oleh virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks. Jerawat atau bisul yang disebabkan oleh virus ini mumumnya muncul dan bertahan di kemaluan lebih lama dari jerawat pada umumnya, dalam beberapa kasus, jerawat dapat menetap selama bertahun-tahun. Jika kamu menemukan benjolan kecil seperti jerawat di dalam miss V dan menetap didalamnya dalam waktu yang lama, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter. Penanganan dan perawatan yang tepat akan dapat menghilangkan jerawat di kemaluan dan mencegah dari kanker serviks.

8 Tips Mencegah Jerawat di Kemaluan Wanita

Berdasarkan penyebab jerawat yang telah dikemukakan di atas, berikut ini beberapa tips sederhana untuk mencegah munculnya jerawat pada kemaluan wanita[8] agar Miss V tetap indah, sehat, dan keharmonisan dalam keluarga pun tetap terjaga:

  1. Selalu menjaga Kebersihan Miss V, baik ketika kamu sedang menstruasi mapun tidak. Kebersihan adalah nomor satu,
  2. Saat menstruasi, gantilah pembalut setiap 4 jam sekali. Pada saat kita mens, bakteri penyebab jerawat di kemaluan berkembang biak di daerah yang lembab, yaitu dalam pembalut yang kita pakai,
  3. Jangan gunakan cairan Pembersih Miss V kecuali pada saat kamu benar-benar menstruasi. Cukup gunakan 1-2 kali seminggu agar keseimbangan PH alami Miss V tidak terganggu.
  4. Gunakan celana dalam yang tidak terlalu ketat dan memiliki bahan pakaian yang tepat untuk kesehatan kulit (dapat menyerap keringat seperti katun). Hindari penggunaan celana dalam dengan bahan dasar nilon atau sutera,
  5. Gantilah celana dalam kamu minimal 2 kali sehari atau jika kamu sangat berkeringat dan menyebabkan celana dalam basah atau lembab. Pastikan celana dalam yang kamu gunakan sudah kering,
  6. Jika kamu mencuci celana dalam, jangan terlalu banyak menggunakan detergen. Keberadaan detergen yang terlalu banyak dapat memicu Reaksi Alergi dan dapat mengiritasi kulit kemaluan yang sensitif karena sisa detergen yang masih tertinggal,
  7. Agar rambut tidak tumbuh ke dalam, cukup potong rambut kemaluan beberapa centimeter dengan menyisakan pangkal rambut yang tidak terpotong. Mencukur (habis) kemaluan hanya akan menyebabkan iritasi dan rambut tumbuh ke dalam sehingga menyebabkan jerawat atau bisul di kemaluan wanita.
  8. Hindari mengonsumsi makanan dengan konsentrasi Lemak Jenuh yang tinggi dan dapat menyebabkan kamu alergi.

Perawatan untuk Jerawat di Kemaluan Perempuan

Jika jerawat, bisul, atau benjolan muncul di daerah sekitar Miss V, jangan khawatir. Berikut beberapa hal yang harus kamu lakukan sebagai salah satu perawatan untuk mengatasi jerawat di kemaluan yang pastinya sangat mengganggu. Baik rasa percaya dirimu, maupun kehidupan seksualmu.

  1. Jika jerawat atau bisul muncul di daerah kewanitaan, jangan panik dan jangan pencet jerawatmu untuk mencegah peradangan yang lebih parah. Namun jika jerawat terlanjur pecah dengan sendirinya, bersihkan dengan Antiseptik dan keluarnya cairan di dalamnya sampai bersih. Selanjtnya obati dengan betadine ataupun obat jerawat yang biasa kamu pakai untuk mengobati jerawat pada wajah.
  2. Periksakan bisul atau jerawat di kemaluan kamu ke dokter kandungan atau dokter spesialis kulit kelamin jika bisul atau jerawat tersebut muncul secara berulang untuk mengetahui perlu tidaknya mendapatkan obat Antiradang dan antibiotik. Kamu akan mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan mengetahui apakah jerawat pada kemaluanmu berbahaya atau tidak.
  3. Jika kamu adalah seseorang yang aktif berhubungan seksual dan Jika jerawat atau bisul baik sedikit maupun banyak menetap selama kurang lebih sebulan atau bahkan berbulan-bulan, kamu perlu curiga bahwa itu adalah jerawat yang disebabkan oleh virus HPV (human papilloma virus)[9] yang dapat menyebabkan kanker serviks jika tidak segera ditangani. Berbeda dengan bisul atau jerawat biasa yang tidak berbahaya, bisul atau jerawat ini umumnya tidak mudah terlihat karena terletak di dalam Miss V. Namun tidak perlu khawatir, jenis jerawat ini masih tetap disembuhkan dengan penanganan dari dokter. Wanita yang menderita jerawat pada kemaluan karena virus ini harus menjalani pap smear setiap kali berganti pasangan intim.

Itu dia artikel lengkap tentang penyebab jerawat di kemaluan, tips mencegah jerawat di kemaluan, dan perawatan untuk jerawat di kemaluan wanita. Mudah-mudahan artikel ini dapat membantumu untuk mengatasi jerawat di kemaluan yang bisa sangat fatal akibatnya jika dibiarkan berlarut-larut. Hidup sehat bukan hanya untuk kamu, tapi juga pasanganmu. Selamat mencoba dan semoga berhasil! Bebaskan dirimu dari jerawat sekarang juga!!!

External Refference   [ + ]

1. Jenis peradangan lain pada Miss V juga dapat sebabkan kanker serviks
2. Jerawat karena HPV dapat ditularkan melalui aktivitas seksual
3. 7 Penyebab jerawat di daerah Miss V
4. Kasus serupa juga menjadi penyebab utama jerawat di punggung, dada, dan leher
5. Selengkapnya tentang bakteri staphylococcus aureus
6. Penjelasan tentang bakeri streptococcus pyogenes
7. Penyebab, gejala, perawatan, dan kasus infeksi rambut yang tumbuh ke dalam
8. Metode pencegahan, dan perawatan jerawat di kemaluan wanita
9. Pengertian, cara penularan, dan informasi mendetail tentang HPV
DMCA.com Protection Status

5 Comments

  1. kania

    30 Agustus 2017 at 22.41

    min mau tanya apa pembalut bisa nimbulin jerawat di vagina ? soalnya tiap pake pembalut merk tertentu pasti lansung ada jerawat

    • JerawatHaters

      7 September 2017 at 19.18

      Jika melihat kasus kania, mungkin saja kulit kania sensitif atau bahkan alergi terhadap bahan yang digunakan dalam pembalut yang bersangkutan,

    • JerawatHaters

      15 September 2017 at 08.30

      Beberapa jenis pada bahan pembalut mungkin tidak cocok atau bahkan dapat menimbulkan reaksi alergi jika bersentuhan dengan kulit. Jika pemakaian pembalut yang dimaksud diiringi dengan inflamasi atau iritasi kecil, segera ganti pembalut anda karena mungkin kulit kamu melakukan penolakan terhadap bahan yang terkandung di dalam pembalut tersebut.

  2. Nana

    16 September 2017 at 17.35

    Adakah obat/salep untuk mengobati jerawat pada vagina ?

  3. Sita

    17 September 2017 at 17.45

    Min.. konsul dong. Kalo jerawat bertahun tahun diarea bawah v. Tepatnya mulut v. Agak banyak. Apa sudah gejala serviks?

Konsultasi Masalah Jerawat Gratis

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *