Jerawat Batu

By  |  0 Comments

Berbeda dari jenis jerawat yang lain, jerawat batu adalah jenis jerawat yang paling menyakitkan dan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks. Meskipun memiliki penyebab utama yang hampir serupa (yaitu keterlibatan bakteri propionibacterium acnes dalam kelenjar minyak yang mengalami penyumbatan sehingga mengakibatkan iritasi dan inflamasi yang menyebar), bisa dikatakan jerawat batu ini merupakan fase lanjutan dari komedo dan jerawat biasa dengan level gejala yang lebih tinggi.

apa yang membedakannya[1] dengan komedo dan jerawat biasa?

Hal yang paling menonjol dari jerawat batu adalah bentuknya. Jika komedo atau jerawat biasa hanya bisa terlihat saat seseorang dekat dengan penderita, maka jerawat batu akan langsung dikenali meskipun seseorang berada dalam jarak yang jauh.

Perbedaan lain yang bisa ditandai dari jerawat batu dengan jenis jerawat lain ialah pada efek sikologis yang ditimbulkan. Rasa percaya diri seseorang bisa turung dengan drastisnya ketika jerawat batu mulai menunjukkan gejalanya pada wajah.

Selain itu, jerawat batu juga mempunyai resiko yang lebih besar untuk meninggalkan bekas jerawat berupa bopeng permanen atau bolong-bolong pada wajah. Untuk itu ikuti tips berikut agar jerawat tidak berbekas.

Siapa Korbannya? di Mana Letaknya?


Jerawat batu dapat dialami oleh siapa saja, adalah Kligmann[2], seorang peneliti yang ahli dalam bidang jerawat dan aktif dalam memecahkan masalah seputar jerawat menyatakan “Tak ada satu orang pun di dunia yang melewati masa hidupnya tanpa sebuah jerawat di kulitnya.” Jadi, buat apa kamu ragu dan minder karena masalah klasik yang bahkan hampir semua orang di dunia ini pun pernah merasakannya termasuk kakek, nenek, bahkan orang-orang yang hidup di zaman sejarah dan mungkin pra-sejarah. Oleh karenanya, kamu tidak sendirian.

Jerawat batu bisa hinggap di mana saja, terutama di pada daerah kulit dengan jumlah kelenjar minyak yang banyak dan kurang mendapatkan perhatian lebih terkait dengan kebersihannya seperti wajah, ketiak, punggung, dada, leher, bahkan di kemaluan pria dan wanita.

Apa Penyebab Jerawat Batu pada Wajah?


Kebanyakan dari kamu akan mengalami jerawat batu di masa remaja atau di awal usia yang ke-20[3]. Hal ini disebabkan karena faktor terbesar yang memicu jerawat batu adalah karena ketidakseimbangan hormon. Pada saat remaja atau pubertas, hormon androgen akan menstimulasi produksi sebum dalam jumlah yang sangat-sangat besar untuk mengoptimalkan perkembangan sel-sel kulit. Oleh karenanya, remaja yang sedang mengalami pubertas lebih rentan mengalami jerawa batu karena resiko pori-pori yang tersumba juga lebih besar.

Namun, bukan berarti jerawat batu hanya akan dialami oleh remaja. Dalam hal ini, banyak sekali faktor yang terlibat dalam proses pembentukan jerawat batu sepertihalnya:

  • Perubahan hormon, termasuk di dalamnya fase pubertas, hamil, menyusui, menstruasi, dan konsumsi pil KB.
  • Produk kecantikan (ex. pembersih, pelembab, losion, toner, kosmetik) dengan bahan dasar minyak atau yang telah kadaluarsa sehingga dapat menyebabkan sumbatan pada pori-pori dan iritasi.
  • Level kelembapan dan keringat yang tinggi. Wajah berminyak dan tubuh berkeringat dalam waktu lama dapat menyebabkan jerawat batu karena pori-pori yang tersumbat oleh minyak dan keringat.
  • Reaksi dari pemakaian obat-obatan sepertihalnya steroid, lithium, corticosteroids, phenytoin, dan isoniazid yang dapat memperburuk dan menyebabkan bisul yang mirip jerawat batu.

Perawatan untuk Menghilagkan dan Mengobati Jerawat Batu


Karena jerawat batu merupakan jenis jerawat yang dikategorikan sebagai gejala jerawat akut, maka perawatan jerawat batu yang benar sangatlah penting untuk menyembuhkan jerawat batu secara keseluruhan. Pasalnya, jerawat batu berpotensi meninggalkan bekas jerawat berupa bopeng permanen pada wajah yang hanya bisa hilang melalui metode pembedahan yang menyakitkan. Berikut metode pengobatan dan cara menghilangkan jerawat batu:

  • Obat jerawat batu topikal: kamu bisa mengaplikasikan obat jerawat secara topikal (oles) untuk menghilangkan jerawat batu pada wajah. Gunakan obat jerawat yang dapat membunuh kuman seperti salicylic acid, benzoyl peroxide, resorcinol, atau retinoid. Kamu juga bisa menggunakan masker alami dengan bahan yang mengandung anti-inflamasi seperti kentang, kunyit, dan mentimun.
  • Obat jerawat batu oral: Gunakan antibiotik untuk mencegah peradangan dan inflamasi pada jerawat batu, namun hal ini hanya akan efektif hingga satu tahun dan selebihnya, tubuhmu akan kebal dengan antibiotik. Beberapa orang bisa menggunaka pil KB pencegah kehamilan untuk menyeimbangkan hormon dalam tubuh, namun beberapa orang tidak. Beberapa obat jerawat oral yang berasal dari resep dokter bisa sangat membantu, namun kamu juga bisa memilih obat jerawat tradisional yang satu ini untuk menghilangkan jerawat batu dari dalam.

Meskipun banyak metode yang bisa dipilih untuk menghilangkan jerawat batu pada wajah, mencegah jerawat datang merupakan cara terbaik untuk mendapatkan kulit bersih bebas jerawat. Pepatah mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati.

Cara Mencegah Jerawat Batu


Kamu bisa melakukan tips sederhana di bawah ini untuk mencegah jerawat batu dan mendapatkan wajah bening bebas jerawat batu.

  • Menjaga kebersihan wajah, namun jangan terlalu berlebihan karena justru dapat merusak perlindungan asam alami (gunakan pembersih atau toner dengan pH balance)
  • Gunakan sabun wajah atau pembersih yang lembut dan berbahan dasar air untuk mencegah sumbatan pada pori-pori. Begitu pula pada produk pelembab,
  • Minimalisir penggunaan kosmetik dan selalu cek tanggal kadaluarsa pada setiap produk kecantikan yang kamu gunakan,
  • Gunakan pakaian yang dapat menyerap minyak dengan sempurna, hal ini penting agar keringat tidak terperangkap dalam tubuh dan menyebabkan sumbatan yang bisa mengakibatkan jerawat batu di punggung, dada, bahkan kelami,

Jangan pernah memencet jerawat yang telah ada karena dapat membuat bakteri penyebab jerawat masuk ke lapisan dermis, memperparah kondisi jerawat, dan membuat area pembengkakan semakin melebar. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi dan minyak jenuh yang minim. Imbangi dengan gaya hidup sehat seperti berolah raga minimal 20 menit setiap harinya,Cukupi kebutuhan mineral dan cobalah untuk rileks. Tekanan mental dan stres dapat melepaskan lebih banyak hormon yang dapat membuat jerawatmu bertambah parah[4].

Meskipun metode pencegahan dan pengobatan jerawat batu telah kita lakukan, bukan berarti kita akan 100% aman dan terbebas dari jerawat batu. Setidaknya, cara di atas membawa perubahan yang signifikan sebagai salah satu langkah terbaik untuk tampil dengan performa yang maksimal di setiap kesempatan.

External Refference   [ + ]

1. Ciri dan diagnosa pada jerawat batu
2. Jerawat batu di WikiPedia Indonesia
3. Apa itu jerawat batu dan bagaimana penanganan jerawat batu?
4. Beberapa tips untuk merawat jerawat batu
DMCA.com Protection Status

Konsultasi Masalah Jerawat Gratis

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: