7 Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Mengatasinya

By  |  1 Comment

Dahi merupakan daerah T pada wajah (T-Zone) yang kerap berminyak dan ditumbuhi jerawat. Karena dahi menyusun 30% dari area wajah kita, maka keindahan dan kelembutan pada dahi menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan jika kita ingin tampil secara maksimal di setiap kesempatan.

Untuk itu, keberadaan jerawat dan bekas Jerawat di Dahi menjadi masalah yang patut untuk diperhitungkan. Tidak hanya merusak estetika kulit wajahmu, jerawat di dahi dalam jumlah yang banyak dan tak kunjung hilang lebih berpotensi meninggalkan bekas bopeng permanen yang tentunya akan sangat berpengaruh pada rasa percaya dirimu (tips: agar jerawat tidak berbekas).

Namun, penanganan jerawat pada dahi yang salah justru dapat menyebabkan jerawat yang ada bertambah parah. Oleh karena itu, pengetahuan dan pemahaman yang cukup akan penyebab jerawat di dahi menjadi faktor yang determinan dalam setiap usaha untuk menghilangkan jerawat di dahi.

Memahami Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Mengatasinya

Dengan mengetahui secara pasti penyebab jerawat pada dahimu, kamu bisa merumuskan tindakan pencegahan dan cara mengatasi jerawat di dahi secara akurat. Oleh karena itu, berikut Penyebab Jerawat di dahi dan beberapa tips muntuk mengatasi dan menghilangkan jerawat di dahi.

1. Penggunaan Kosmetik yang Berlebihan


Penggunaan kosmetik yang berlebihan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyumbat pori-pori wajahmu. Apalagi, jika kondisi atau jens kulitmu adalah berminyak atau kombinasi yang cenderung mengeluarkan minyak berlebih di daerah T-Zone. Untuk mengatasinya, hindari penggunaan kosmetik yang berat dan padat karena lebih memungkinkan pembentukan sumbatan yang menyebabkan jerawat dan
komedo[1].

Sebaliknya, gunakan pelembab atau kosmetik yang lebut dengan formulasi khusus yang bisa menekan produksi minyak berlebih pada dahi. Tampil senatural mungkin merupakan salah satu cara sederhana untuk mencegah jerawat di dahi. Selain itu, pastikan untuk selalu membersihkan dahimu di malam hari menjelang tidur untuk meminimalisir sumbatan yang mungkin terjadi karena kotoran atau sisa Kosmetik dalam bentuk mikro yang masih menempel di dahi

2. Konsumsi Obat-obatan Tertentu


Beberapa obat ataupun perawatan medis yang sedang dijalani dalam beberapa kasus dapat mempengaruhi kondisi Hormonal dan menyebabkan produksi minyak berlebih sehingga dalam prosesnya muncullah jerawat di dahi atau pada bagian wajah lainnya.

Tidak heran, beberapa orang mempunyai mempunyai kecenderungan untuk berjerawat setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti pil KB. Untuk mengatasinya, konsultasikanlah hal ini dengan dokter. Mungkin kamu bisa mendapatkan resep yang lain sehingga jerawat di dahi tidak muncul secara membabi-buta.

3. Ketombe dan Kulit Kepala Berminyak


Ketombe dan kulit kepala yang berminyak tenyata memiliki kaitan dengan jerawat di dahi. Pasalnya ketombe dan minyak pada kulit kepala dapat menempel dengan mudah pada batang rambut. Jika kamu memiliki model rambut poni atau model lain yang memungkinkan batang rambut menyentuh permukaan kulit pada wajah, jerawat bisa saja terjadi.

Kotoran dan Ketombe dalam skala mikro yang menempel pada rambut dapat menyebabkan sumbatan pada pori ketika batang rambut melakukan interaksi dengan permukaan kulitmu, terutama bagian dahi. Oleh karena itu, jika kamu sering mengalami jerawat di dahi, mungkin poni rambut adalah penyebabnya. Menjaga kebersihan rambut oleh karenanya menjadi solusi untuk mengatasi jerawat di dahi.

4. Penggunaan Shampo dan Kondisioner


Beberapa bahan yang terkandung dalam produk shampo ataupun kondisioner terkadang dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit kepala. Jika jerawat di dahi atau kulit yang berbatasan dengan rambut ditumbuhi jerawat secara berlebihan, mungkin masalahmu terletak pada produk kecantikan untuk rambut seperti shampoo ataupun kondisioner.

Untuk mengatasi jerawat di dahi karena masalah ini, gunakanlah shampo atau kondisioner yang memiliki bahan yang ringan. Hindari penggunaan shampo ataupun kondisioner dengan wewangian yang menyengat karena bahan pewangi yang terkandung didalamnya dapat memblokir pori-pori dan menyebabkan iritasi kulit.

Selalu pastikan kamu telah Membilas Rambutmu secara menyeluruh setelah keramas atau mengunakan kondisioner untuk mencegah beberapa kandungan shampoo/kondisioner masih tertinggal dan menempel pada permukaan kulit.

5. Penggunaan Topi, Helm, dan Kerudung


Sama sepertihalnya poni rambut yang dapat menyebabkan jerawat di dahi. Topi, helm, dan kerudung juga merupakan salah satu media yang sangat potensial untuk membawa minyak, kotoran, kuman, dan bakteri yang dapat menyebabkan sumbatan pada pori-Pori Wajahmu khususnya di daerah sekitar rambut sehingga dapat menyebabkan jerawat di dahi[2].

Oleh karenanya, pastikan kebersihan perlengkapan di atas dengan rajin mencuci topi, helm, dan kerudung yang kamu kenakan untuk keperluan sehari-hari. Meninggalkan topi, helm, dan kerudung selama berminggu-minggu tanpa dibersihkan dapat membuat mereka pekat dengan minyak dan kotoran yang tidak hanya berbahaya bagi kulitmu, namun juga imagemu sebagai seorang yang jorok dan tidak bertanggung jawab terhadap tubuhmu.

6. Tidur Tengkurap Pengaruhi Jerawat di Dahi


Saat tidur tengkurap, wajahmu akan langsung berhadapan dengan sarung bantal ataupun sprei. Hal ini sangatlah buruk bukan hanya ketika sarung bantal atau sprei tersebut membawa banyak kuman dan kotoran, namun juga karena gerakan tak terduga pada saat tidur dapat membuat gesekan dan menyebabkan iritasi ringan pada wajah[3].

Oleh karenanya, kamu bisa mencoba posisi tidur Terlentang atau miring untuk meminimalisir gesekan yang terjadi dan berpindahnya kuman dan kotoran dari sarung bantal/sprei kasur sampai pada kulit wajahmu. Namun, minimnya kontak dengan sarung bantal bukan menjadi alasan untuk tidak membersihkan sarung bantal kita secara rutin karena kita tak pernah tahu apa yang kita perbuat di saat tidur.

Selain dapat mencegah jerawat di dahi, tidur terlentan juga dapat menghindari pembentukan kerutan pada wajah sehingga membuatmu tampak lebih awet muda secara natural.

7. Gangguan pada Sistem Pencernaah dan Hati


Beberapa referensi menyebutkan keterkaitan antara aktivitas organisme dalam tubuh kita dengan pembentukan jerawat pada wajah. Terkadang, jerawat bisa menjadi pertanda bagaimana buruknya kondisi kesehatan tubuh tubuh kita, baik sebagian ataupun keseluruhan (Baca: Penyebab Jerawat Berdasarkan Letaknya).

Secara umum, jerawat di dahi atau sekitar dahi bisa muncul karena adanya gangguan pada sistem pencernaan dan fungsi hati[4]. Untuk mengatasi jerawat di dahi karena faktor ini, Gaya Hidup Sehat yang meliputi perbaikan pola makan, tidur, dan olah raga dapat sangat membantu.

Beberapa makanan yang baik untuk mengoptimalkan kondisi pencernaah antara lain gandum, pisang, jahe, yoghurt, dan asparagus. Sedangkan makanan yang baik untuk memperbaiki fungsi hati antara lain tomat, kenari, apel, minyak zaitun, biji-bijian, lemon, dan sayuran hijau.

Apakah kamu sudah menemukan penyebab jerawat yang saat ini bertengger di dahimu? Diagnosis mandiri terkadang cukup membantu sebagai dasar dalam menentukan langkah yang harus kita lakukan untuk menghilangkan jerawat di dahi.

Beberapa orang bisa sangat beruntung karena menemukan penyebab jerawat di dahi yang sedang ia alami dan dengan mudah mengatasinya dengan cara-cara di atas. Namun beberapa orang akan berhent pada keputusasaan karena tidak dapat menangani jerawat di dahi meskipun dengan semua cara di atas.

Jika kamu mengalami kondisi tersebut, lakukanlah konsultasi dengan dokter.

External Refference   [ + ]

1. 7 cara mudah untuk mencegah jerawat di dahi
2. Kenali 8 penyebab jerawat di dahi
3. Cara jitu hilangkan jerawat di dahi
4. 7 penyebab jerawat yang mengejutkan
DMCA.com Protection Status

1 Comment

  1. Ruslang

    23 Mei 2017 at 09.41

    Dok saya mengalami masalah jerawat di dahi tapi entah kenapa banyak yang bilang itu bukan seperti jerawat ciri cirinya yah seperti ada benjolan yg isinya nanah cara hilangnginnya tuh gi mana dok

Konsultasi Masalah Jerawat Gratis

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: