5 Bahaya Memencet Jerawat yang Harus Kamu Ketahui

By  |  0 Comments

Memencet jerawat ataupun mengeluarkan isi jerawat secara paksa sekilas mungkin terlihat sebagai suatu cara yang masuk akal untuk membuat jerawat pada wajahmu lekas hilang atau sembuh. Apalagi jika jerawat tersebut adalah jerawat bernanah. Mengeluarkan darah kotor dari permukaan kulit agar luka lekas sembuh terdengar sangat masuk akal.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention,[1] memencet jerawat atau mengeluarkan isi jerawat secara paksa dapat meningkatkan resiko jerawat menimbulkan bekas yang membandel. Namun sebelumnya, kamu dapat menderita iritasi kulit, pendarahan, dan infeksi yang sangat menyakitkan. Beberapa literatur bahkan menyebutkan memencet jerawat pada daerah tertentu berpotensi menyebabkan kematian.

Jadi memencet jerawat dan mengeluarkan isinya bukan berarti kamu aman dari berbagai resiko. Akan selalu ada efek samping dari memencet jerawat pada wajahmu.

Iritasi

Memecah, meremas, ataupun memegang bagian wajah yang berjerawat hanya akan memperburuk kondisi jerawat. Seperti yang dilaporkan oleh Georgetown University Health Education Services, berbagai kemajuan yang diakibatkan oleh memencet ataupun memecah jerawat hanya akan berlangsung sementara.[2]

Segera setelah itu jerawat akan muncul kembali bersamaan dengan tanda-tanda kemerahan yang merupakan indikasi dari gejala iritasi. Bahkan jika ketika kamu memencet jerawat dan tidak ada tanda-tanda iritasi setelahnya, namun iritasi sebenarnya tetap terjadi pada lapisan kulit bagian dalam dan menyebabkan kuman dan bakteri terjebak dalam lapisan kulit dan sehingga jerawat bertambah parah dan akan membekas lebih lama dari yang seharusnya.

Pendarahan

Meremas, menyentuh, menggaruk, ataupun memencet jerawat dapat menyebabkan pendarahan. Ketika jerawat berdarah, pori bagian dalam kulit akan terkspose dan membuatnya rentan terhadap bakteri, kuman, jamur, dan kotoran. Ketika sel darah putih memerangi bakteri yang menyerang, pori-pori yang terlanjur tersumbat akan meradang.

Meskipun tubuh kita memiliki metabolisme sendiri untuk memerangi kuman, bakteri, dan jamur, ketika darah yang mengering, kesemuanya akan terjebak pada lapisan bawah kulit dan menyebabkan peradangan. Pada tahap ini, kondisi jerawat justru akan lebih terlihat dari sebelumnya. Lihat juga cara mengempeskan jerawat dengan cepat.

Infeksi

Memencet atau memecahkan jerawat dapat berpotensi mendorong bakteri penyebab jerawat pada lapisan kulit terdorong lebih dalam dan terjebak pada lapisan kulit terdalam. Masuknya bakteri pada lapisan permukaan kulit yang lebih dalam dapat menyebabkan infeksi pada pori dan menyebabkan sumbatan, membuat daerah sekitar jerawat lebih memerah dan meradang.[3]

Alih-alih memencet atau memecah jerawat, kamu bisa mencoba mengoleskan obat topikal seperti benzoyl peroxide untuk mengeringkan jerawat dan mencegah infeksi lebih lanjut.[4] Atau gunakan toner alami buatan sendiri untuk membersihkan jerawat jika pecah karena insiden tak terduga.

Berbekas

Memencet ataupun memecah jerawat dengan paksa dapat meningkatkan resiko bagi jerawat untuk meninggalkan bekas membandel. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, melukai jaringan di sekitar pori yang tersumbat dapat membuatnya rusak secara permanen[5] sehingga akan menimbulkan bekas luka yang suli untuk hilang atau pulih seperti sedia kala.

Masalah tersebut tidak hanya mencakup pada jerawat, namun juga papula, pustula, nodul dan kista yang akan sangat menyakitkan. Untuk mencegah jerawat meninggalkan bekas permanen, hindari memencet atau memecahkan jerawatmu. Selain itu, berhati-hatilah pada alat pencukur rambut dan kuku-kuku pada jari-jemarimu yang kerap melukai jerawat dan membuat jerawat pecah karena berbagai alasan tersebut dapat menyebabkan jerawat berbekas. Cobalah cara ini untuk tuntaskan masalah bekas jerawat yang membandel.

Kematian

Meskipun sangat jarang, namun memencet jerawat pada area tertentu pada wajah dapat berujung pada konsekuensi yang sangat fatal, yaitu kematian. Terdapat sebuah area pada wajah yang disebut sebagai area “segitiga kematian”.[6] Pendarahan dan infeksi pada area ini menjadi sangat berbahaya karena pembuluh darah pada beberapa orang tidak memiliki katup pelindung.

Selain itu, area ini merupakan tempat berkumpulnya pembuluh darah yang terhubung langsung dengan pusat saraf dan otak kita. Infeksi jamur, virus, dan bakteri dapat menyebabkan hilangnya pengelihatan, kelumpuhan, hingga kematian.[7]

External Refference   [ + ]

1. Apa saja bahaya dari memencet jerawat?
2. Alasan kengapa kamu tidak seharusnya memencet jerawatmu
3. Perawatan untuk jerawat yang terinfeksi bakteri
4. Bagaimana cara merawat jerawat yang berdarah
5. Memencet jerawat dapat sebabkan bekas jerawat jangka panjang
6. Segitiga kematian pada wajah
7. Bahaya! memencet jerawat pada area ini dapat sebabkan kematian
DMCA.com Protection Status

Konsultasi Masalah Jerawat Gratis

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: